“Ada air ada ikan.”
    Dimanapun kita tinggal,rezeki akan selalu ada.
    “Ada asap ada api”
    Tak dapat dipisahkan, munculnya suatu kejadian / masalah pasti ada penyebabnya.
    “Ada gula ada semut.”
    Dimana banyak kesenangan disitulah banyak orang datang.
    “Ada harga ada rupa.”
    Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut.
    “Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan”
    Dimana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.
    “Ada pasang turun naik.”
    Kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.
    “Ada rotan ada duri.”
    Kesenangan tentu ada kesusahan.
    “Ada uang abang di sayang, tak ada uang abang ditendang.”
    Hanya mau bersama disaat senang saja tetapi tidak mau tahu disaat sedang susah.
    “Ada ubi ada talas,ada budi ada balas.”
    Kejahatan dibalas dengan kejahatan,kebikkan dibalas dengan kebaikan.
    “Ada udang di balik batu.”
    Ada suatu maksud yang tersembunyi.
    “Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam.”
    Orang muda harus bersabar,dalam meraih cita-cita.
    “Adat teluk timbunan kapal, adat gunung tepatan kabut.”
    Meminta hendaknya kepada yang punya, bertanya hendaknya kepada yang pandai.
    “Air beriak tanda tak dalam.”
    Orang yang banyak bicara biasanya tidak banyak ilmunya.
    “Air besar batu bersibak.”
    Persaudaraan akan bercerai berai apabila terjadi perselisihan.
    “Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.”
    Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orang tuanya.
    “Air di cencang tiada putus.”
    Persaudaraan tidak akan putas karena hanya perselisihian kecil.
    “Air di daun keladi.”
    Sukar di ajar atau dinasihati.
    “Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam.”
    Tidak enak makan dan minum (biasanya karena terlalu bersedih/duka).
    “Air jernih ikannya jinak.”
    Negeri yang serba teratur dengan penduduknya yang serba baik,baik pula budi bahasanya.
    “Air pun ada pasang surutnya.”
    Senang dan susah selalu silih berganti.
    “Air susu dibalas dengan air tuba.”
    Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan jahat.
    “Air tenang menghanyutkan.”
    Orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya.
    “Air yang tenang jangan disangka tiada berbuaya.”
    Orang pendiam jangan disangka tidak berani.
    “Alah bisa karena biasa.”
    Segala kesukaran tak akan terasa lagi bila sudah biasa.
    “Alang berjawab, tepuk berbatas.”
    Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik, perbuatan jahat dibalas dengan perbuatan kejahatan pula.
    “Anak bapak.”
    Anak lelaki yang berani.
    “Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusui.”
    Selalu membereskan urusan orang lain tanpa mempedulikan urusan sendiri.
    “Angan angan mengikat tubuh.”
    Memikirkan yang tidak-tidak akhirnya menderita sendiri.
    “Angin tidak dapat ditangkap, asap tidak dapat digenggam.”
    Sesuatu hal yang tidak dapat dirasakan.
    “Anjing menggonggong, khafilah berlalu.”
    Biarpun banyak rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa.
-------